...segala yang berlaku ada hikmahnya. Allah tidak akan membebani hambaNya dengan kesanggupan yang mampu dipikul oleh hambaNya. Manusia adalah hamba yang paling hebat dan paling lemah. Lantaran dek kehebatan itu, iblis sentiasa setiap saat dan waktu cuba merobek setiap pelusuk diri kita. Sesaat terlalai, dek kerapuhan iman, nescaya kita kan terbarai...hati yang murni kan jadi keruh dan hitam lantaran iblis sudah berjaya menguasai. Pertimbangan akal hilang begitu saja, lantas hamburan perasaan pun melata di mana-mana. Itulah kita, selagi bernama manusia, tidak lari dari kelemahan. Siapa yang sempurna? hanya Allah yang Esa! kita sebagai makhlukNya harus redha dan sentiasa tabah atas apa yang berlaku. Ada hikmah atas segala yang ditentukan Allah. Terima lah seadanya. Siapa kita untuk menolak ketetapan Ilahi?..walau buruk sekali keadaannya, kita hanya mampu berdoa,berdoa dan terus berdoa..itu lah senjata orang mukmin...wallahuallam..
"dihatiku lakarkan sebuah impian
yang aku namakan harapan
apabila ku tentukan
arah serta tujuan
relaku hadapi cabaran..
Jalan ke puncak itu
beronak dan berliku
menyukarkan pendakianku
namun tetap kugagahi
hati yang rapuh ini
demi hasrat yang suci
aku sangkakan
harapan selembut impian
yang menguliti tidur insan
kiranya kehidupan
tidak sedemikian
goyah hatiku oleh kenyataan
tak harus kuturuti kelemahan diri
tak daya bertahan diuji
lalu aku mengumpulkan semula kekuatan
berlandaskan keimanan..."



No comments:
Post a Comment